< Browse > Home / umum / Blog article: Negara Kurcaci

Negara Kurcaci

November 4th, 2009 | 2 Comments | Posted in umum

negeri dongeng Hidup di Indonesia itu enak, tanahnya subur, orangnya ramah dan santun, tidak suka perang, nriman dan opo onone (apa adanya). Tapi itu dulu !

Sekarang ini, hampir tiap hari ada berita tawuran, kalau nggak antar RT, antar RW, antar kampung, antar desa, antar preman, antar siswa, antar mahasiswa, mahasiswa dengan pihak kampus atau rektor, antar pejabat tinggi (rebutan kekuasaan atau peran), bahkan sampai antar tukang parkir karena rebutan lahan. Sepertinya tawuran/perang sudah menjadi tradisi baru untuk dijalani (atau mungkin tradisi lama yang terulang kembali? Bukankah dulu perang untuk memperebutkan wilayah kekuasaan kerap terjadi antar kerajaan?).

Kekerasan seperti menjadi obat mujarab untuk menghilangkan stres demi menjalani kehidupan yang sudah tidak mudah lagi di Indonesia. Kalau dulu untuk hidup orang hanya perlu makan, dibuatlah sawah, ditanami dan dirawat kemudian dipanen, cari ikan di kali sangat mudah, bisa dengan memancing atau memasang jaring. Sementara saat ini, lahannya sudah dibeli pak cik untuk membuka 10 pabrik baru, karena masing-masing anaknya minta dibuatkan pabrik, toh orang kampung senang karena ada lahan pekerjaan baru disana. Sampai-sampai mereka lupa bahwa limbahnya dibuang ke sungai mereka, dan dari sungai-sungai itu airnya merembes masuk ke sumur-sumur dan telaga tempat mereka mengambil minum. Lalu, muncullah penyakit-penyakit baru di lingkungan mereka. Orang kampung yang dulunya hanya mengenal sakit batuk, pilek, demam dan sakit kepala, sekarang ikut-ikutan terkena penyakitnya orang kaya, kolesterol tinggi, gula darah, sakit jantung, gagal ginjal, tumor, kangker, stroke, bahkan kadang-kadang ada yang terkena aids setelah kemarin pulang dari kota untuk jalan-jalan sehabis dapat gajian dari pak cik. Dan lagi-lagi proses uji amdal tidak lebih dari selembar kertas bertanda tangan pejabat yang sebelumnya diajak makan di restoran mewah di kota dengan didampingi noni cantik yang siap menemaninya menghabiskan malam di hotel mewah tengah kota. Toh semua orang sudah disenangkan dengan hal ini.

Ilustrasi diatas hanya sekedar penggambaran kecil diantara sekian banyaknya tragedi-tragedi bodoh di negeri ini. Betapa banyak bukti yang ada, bahwasannya uang masihlah sangat berkuasa. Tidak harus menjadi pribumi yang benar-benar pribumi untuk bisa menikmati indahnya mentari di negeri ini, cukup dengan uang, dan anda pun pasti bisa melenggang.

Sudah separah inikah negeri ini? Apakah masih ada harapan untuk bisa menjadi lebih baik, kalau terlalu banyak bajingan berseragam disana? Apakah masih lebih enak tinggal di negeri dongeng dan negaranya para kurcaci, yang tidak mengenal kata korupsi? Temukan sendiri jawabannya.

Popularity: 4% [?]

Apabila ada yang berkenan untuk menyumbangkan artikel, tentang apapun, silakan dikirim ke email admin@tanpapena.com Berikutnya akan diverifikasi untuk bisa segera ditampilkan disini.

Leave a Reply 314 views, 3 so far today |
  • No Related Post
Follow Discussion

2 Responses to “Negara Kurcaci”

  1. Pecinta Tulisan Doel Says:

    Cool … tulisan u ato bukan tapi artikel ini keren boss … lanjutkan perjuangan tanpa kekerasan … tanpa banyak kata dan hujatan … jauh lebih indah kita berjuang dengan rangkaian kata mutiara yang menggugah ,… tanpa perlu otot dan tenaga … meski mungkin terasa susah tapi sebenarnya mudah adanya … damai dan sejahtera untuk Indonesia Raya tercinta … semoga tercapai cita-cita putra bangsa … amin … MERDEKA !!!

  2. admin Says:

    haha…nggak perduli kenal atau nggak..tp yg jelas ini tulisan pribadi boss… :D
    So pastilah kita itu hrs selalu memperjuangkan apapun dengan jalan damai.. peace mann…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

PissssFoto(901)Foto(898)Foto(893)Foto(875)Foto(854)Foto(853)Foto(849)Foto(798)Maen